Satu Windu
USIA sewindu bagi seorang anak manusia mungkin masih merupakan usia hijau. Begitu juga bagi sebuah lembaga yang bernama perkawinan. Ya, tak terasa, hari ini saya sudah satu windu atau delapan tahun hidup seatap dengan mantan kekasih yang sekarang menjadi pasangan hidup saya. Saya nyaris tak percaya karena waktu berlalu begitu cepat. Syukur Alhamdulillah, biduk rumah tangga yang kami nakhodai bersama dapat melalui badai-badai kecil dalam kehidupan rumah tangga sampai hari ini. Semoga kami bisa mengarungi samudera kehidupan dalam windu-windu berikutnya.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home